Apr 16, 2012

Hari Anak Nasional 2011

ANAK INDONESIA BICARA







Sabtu, 23 Juli 2011 yang lalu, di silang Barat Daya Monas, diadakan perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2011 oleh Yayasan Gugah Nurani Indonesia. Perayaan yang bertema Anak Indonesia Bicara ini dihadiri oleh sekitar 1.050 yang berasal dari Menteng Tenggulun, Rawa Badak, Cakung Timur, dan Sukabumi.

 

Acara ini diadakan agar anak-anak dapat bergembira di Hari Anak Nasional, hari yang istimewa, yang merupakan momen perayaan dan penghargaan atas pelaksanaan hak-hak anak di Indonesia. Melalui acara ini juga diharapkan bahwa hak-hak anak Indonesia dapat lebih diperhatikan lagi oleh seluruh kalangan, termasuk orang tua, pendidik, pemerintah, perusahaan, dan orang-orang dewasa lainnya.




Terdapat beberapa kegiatan dan aksi pada perayaan Hari Anak Nasional ini, “Anak-anak melakukan Fun March atau jalan santai mengitari monas sebanyak satu kali, dan kemudian melakukan aksi jalan mundur kebelakang sebanyak empat kali dan melompat dengan satu kaki sebanyak empat kali yang dipandu oleh Koordinator Lapangan”, ujar Uji Paskasari Panjaitan dari Yayasan Gugah Nurani, Penanggung Jawab Fun March di kegiatan ini.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa anak-anak melakukan aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap hak-hak anak yang masih terabaikan, sehingga hal tersebut penting untuk diperhatikan. Selain itu perayaan Hari Anak Nasional di Monas, juga dimeriahkan dengan penampilan-penampilan anak seperti pertunjukan alat musik angklung dan pencak silat (Sukabumi), Orasi anak, Tari tradisional (Rawa Badak), Vokal grup (Cakung Timur), dan drama (Menteng); serta penampilan stan-stan kreasi anak dari empat daerah tersebut. Selain itu, anak-anak juga dihibur oleh Anbo Ontoseno, artis cilik Indonesia.
 
Pada perayaan ini juga dibentangkan spanduk bertajuk “Seribu Pesan untuk Presiden RI” sepanjang 50 meter, yang berisi pesan-pesan anak yang telah dikumpulkan pada sebuah kampanye “Anak Indonesia Bicara” di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, pada 17 – 26 Juni 2011 lalu. Pesan-pesan tersebut kemudian dikompilasi dengan sekitar 2,000 surat anak Indonesia untuk Presiden RI yang dikumpulkan dari anak-anak dukungan Gugah Nurani Indonesia di Sumatera dan Jawa, kemudian ditabulasi dan dituangkan ke dalam sebuah piagam untuk dibacakan di depan seluruh hadirin oleh Duta Anak Indonesia yang merupakan perwakilan dari keempat daerah tersebut. Adapun isi piagam tersebut adalah:

Pesan kami, anak-anak Indonesia yang tinggal dari Sabang sampai Marauke.
Dengarkanlah suara kami, Anak Indonesia Bicara:

1.   Pendidikan (1.666 suara)
-    Kami ingin semua anak-anak Indonesia tanpa terkecuali bisa bersekolah dengan gratis tanpa pungli hingga ke jenjang perguruan tinggi, dan kami ingin peralatan penunjang sekolah yang tidak membebani kami untuk bersekolah.
-   Kami ingin sekolah-sekolah kami diperbaiki dan tidak ada lagi yang roboh, sekolah yang memiliki fasilitas yang lengkap dan dapat menunjang kami untuk belajar agar anak Indonesia bisa lebih pintar dan cerdas.

 
2.   Perlindungan Hak Anak (722 suara)
-    Kami tidak ingin melihat lagi adanya penderitaan anak Indonesia karena diperlakukan kasar oleh orang dewasa.
-   Kami tidak ingin melihat lagi adanya perdagangan anak!
- Kami tidak ingin melihat lagi anak-anak yang bekerja dan meminta-minta dijalanan!
-    Kami ingin kesejahteraan anak Indonesia dapat ditingkatkan!
-    Kami ingin kebijakan yang dapat mendukung tumbuh kembang dan melindungi hak-hak anak Indonesia!

3.   Kemiskinan (833 suara)
-    Kami ingin kemiskinan dapat ditanggulangi dan fakir miskin mendapat bantuan!
-    Kami ingin harga bahan makanan yang murah dan terjangkau oleh semua orang!
-    Kami ingin lapanngan pekerjaan bagi orang tua kami dan bantulah peningkatan pendapatan mereka.
-  Kami ingin jalanan dan lingkungan kami diperbaiki, transportasi umum yang layak, dan air bersih bagi kami hingga ke pelosok desa terpencil!

4.   Kesehatan (322 suara)
-    Kami tidak ingin melihat lagi anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi dan kelaparan!
-    Kami ingin anak Indonesia bisa sehat dan dapat berobat ke rumah sakit dengan biaya yang terjangkau, khususnya anak Indonesia yang cacat (difabel) agar lebih diberi perhatian!

5.   Indonesia (352 suara)
-    Kami ingin Indonesia yang lebih MAJU dan SEJAHTERA. Tidak ada lagi KORUPSI, tidak ada lagi PENGEBOMAN, tidak ingin DIEJEK NEGARA LAIN, dan tegakkan DEMOKRASI dan HUKUM!

23 Juli 2011
                                                                                                                                        Anak Indonesia


Piagam Seribu Pesan tersebut kemudian disampaikan oleh Yayasan Gugah Nurani Indonesia, melalui Pembina, Mr. Park Dong Chul, kepada Ibu Dra. Maria Ulfa Anshor, M.Si (Ketua KPAI dan Bpk. Dahrul (DINSOS Pemprov DKI Jakarta). 
 
Setelah melakukan penyerahan Piagam, acara dilanjutkan dengan penampilan anak-anak dari Rawa Badak Selatan dengan menyanyikan lagu ciptaan mereka yang berjudul H.A.I (Hari Anak Indonesia). Mereka bernyanyi dengan senyum yang lebar dan bangga menjadi anak Indonesia. Bersama dengan berakhirnya lagu tersebut, maka berakhir pula perayaan Hari Anak Indonesia di Monas oleh Yayasan Gugah Nurani Indonesia. Seluruh anak yang hadir merasa puas dan senang akan perayaan pada hari tersebut. 

Di akhir acara, anak-anak diberi kebebasan untuk menikmati waktu bebas mereka untuk mengunjungi stan-stan kreasi anak dari keempat daerah (Menteng Tenggulun, Rawa Badak, Cakung Timur, dan Sukabumi), sebelum mereka beranjak dari Monas menuju rumah mereka masing-masing.

1 comment:

  1. Hari anak Nasional bertujuan untuk membuat anak merasa bahagia. Melalui acara Hari anak Nasional memang bertujuan juga agar anak-anak di Indonesia lebih diperhatikan.

    ReplyDelete